Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Indonesia selain Pendidikan umum. Pada mulanya, pesantren hanya mengajarkan pendidikan agama saja. Seiring berjalannya waktu, Pondok pesantren mulai Open mind untuk menerapkan pengajaran Pendidikan formal selain Pendidikan spiritual untuk menselaraskan para lulusannya.
Pendidikan merupakan upaya sadar orang dewasa (terencana ataupun tidak) yang bertujuan untuk mewujudkan peserta didik secara aktif, mengembangkan potensi dirinya guna memiliki kekuatan kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual), berupaya membentuk akhlak mulia dan menumbuhkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan. Baik untuk dirinya, masyarakat ataupun lingkungan di mana mereka berada (Burdjani,2008).
Keberhasilan pendidikan memiliki hubungan erat dengan kemajuan sebuah negara. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu, tentunya akan memberikan kontribusi bagi perkembangan sebuah negara, bahkan dunia. Dari sini, setidaknya kita perlu memberikan perhatian yang lebih pada pendidikan, terlebih pada kemajuan pendidikan di daerah terpencil yang belum tereksplorasi potensi sumber daya manusianya secara maksimal.
Masalah utama yang tetap selalu menjadi garis tebal optimalisasi pengembangan pendidikan di daerah terpencil adalah minimnya fasilitas, kurangnya tenaga pengajar, serta susahnya akses. Sering kali kegiatan belajar mengajar harus dilakukan setelah berjalan berjam-jam dan kegiatan belajar mengajar pun harus dilakukan di luar ruangan, di bawah pohon, ataupun menumpang di rumah warga karena tidak adanya fasilaitas pendukung. Hal ini terus saja berputar-putar menjadi hal yang menghalangi majunya pendidikan di daerarah terpencil.
bersambung...
0 komentar:
Posting Komentar